Informasi Minyak Bumi, Informasi Terupdate

Teori Komposisi Minyak

Teori Komposisi MinyakPembahasan tentang pengertian minyak tidak terlepas dari pembahasan tentang teori komposisi minyak dan syarat-syarat pembentukannya yang membuat suatu minyak menjadi spesifik, bukan minyak yang satu dengan minyak yang lain. 3. Teori produksi minyak dibahas di bawah ini.

Teori biogenesis (organik)

Macqueer (Prancis, 1758) adalah orang pertama yang percaya bahwa minyak dibuat dari tumbuhan. Kemudian M.V. Lamanosov melakukan hal yang sama (Rusia, 1763). Pandangan di atas juga didukung oleh ulama lain seperti Neem Berry, Engler, Brooke, Perle dan Hoover. Mereka mengatakan bahwa “minyak dan gas alam berasal dari organisme laut yang mati jutaan tahun lalu dan membentuk lapisan di usus bumi.” Minyak adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.

Minyak mulai terbentuk dan sisa-sisa makhluk laut kecil dan tumbuhan menetap di tanah yang tertutup lumpur. Semuanya membentuk fosil. Tangki ini memiliki tekanan tinggi dan suhu tinggi. Tentu mereka dapat minyak dan gas. Kepadatan air lebih besar, sehingga oli terdorong keluar dan mengapung. Kemudian minyak bergerak mencari tempat yang lebih baik untuk berhenti dan terperangkap di batu yang tidak bisa ditembus atau terkadang merembes ke tanah. Ini menjelaskan mengapa oli juga disebut oli. (Minyak berasal dari kata Latin “petro”, yang berarti “batu” dan “minyak zaitun”). Sumur dibor untuk menghasilkan produk minyak atau minyak bumi. Menggali menjadi lebih mudah karena kerapatan minyak kurang dari air. Ini menciptakan minyak yang mengapung di atas air.

Menurut teori biogenesis, minyak terbentuk dari kehilangan kecil yang konstan dalam siklus karbon. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfer dan permukaan bumi dan diwakili oleh dua anak panah yang berlainan. Karbon diambil dalam bentuk karbon dioksida (CO2) (gambar 1.1). Karbondioksida diserap dari atmosfer, artinya organisme fotosintetik di darat dan di laut menyerap karbondioksida dari atmosfer. Ke arah kedua, karbon dioksida kembali menuju atmosfer melewati respirasi makhluk hidup (mikroorganisme, hewan, dan tumbuhan).

Ketika organisme mati, 99,9% senyawa karbon organisme kembali ke rantai makanan dan 0,1% senyawa karbon tetap berada di tanah dan sedimen. Ini adalah kuman fosil, juga disebut kuman minyak. Biji minyak berpindah dan menumpuk di tangki yang akhirnya menjadi reservoir. Sebagian terbawa arus air, menyebabkannya menumpuk di bawah dasar laut. Akibat perbedaan tekanan di bawah permukaan laut, embrio-embrio ini muncul di permukaan dan menumpuk di atasnya. Beberapa menetap di permukaan laut dalam, di mana arusnya lemah.

Baca Juga : Definisi Minyak dan Asalnya

Teori difusi (anorganik)

Teori Komposisi MinyakBartello (1866) berpendapat bahwa minyak mengandung mineral alkali yang, jika bebas, bersentuhan dengan karbon dioksida pada suhu tinggi untuk membentuk acetin. Mendeleev kemudian (1877) menyatakan bahwa minyak terbentuk di dalam tanah sebagai hasil dari aksi uap pada karbida logam. Yang lebih ekstrim lagi adalah kesaksian beberapa ahli yang menyatakan bahwa minyak mulai terbentuk pada saat zaman prasejarah, sebelum Bumi terbentuk dan selama pembentukan Bumi. Penafsiran ini didasarkan pada fakta bahwa hidrokarbon ditemukan di beberapa batuan meteorit dan di atmosfer banyak planet lain.

Teori Dualitas

Teori duplikasi merupakan gabungan antara teori biogenetik dan teori anorganik. Teori dupleks umum yang diterima secara luas menjelaskan bahwa minyak dan gas alam berasal dari berbagai jenis kehidupan laut, hewan, dan tumbuhan. Minyak tersebut diyakini didapat dari bahan hewani dan gas alam dari bahan nabati.

Pengaruh waktu, suhu dan tekanan mengubah lumpur menjadi sedimen. Batuan lunak yang dihasilkan dari kebocoran minyak serpih disebut batuan inang. Minyak dan gas ini juga berpindah ke tempat yang bertekanan rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat tertentu yang disebut trap.

Sebuah siphon dapat berisi (1) minyak, gas dan air, (2) minyak dan air, dan (3) gas dan air. Jika ada gas di dalam minyak, itu disebut gas terkait. Ketika gas itu sendiri ditangkap, sekarang disebut sebagai gas bebas. Karena perbedaan massa jenis, gas selalu di atas, minyak di tengah dan air di bawah. Karena minyak membutuhkan waktu lama untuk terbentuk, itu diklasifikasikan sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan.

Share Post