Uncategorized

Persediaan untuk Perusahaan Pertambangan

Dalam kondisi untuk membuahkan bijih atau produk tambang, persediaan bermakna semua barang atau material yang disiapkan oleh perusahaan untuk beri dukungan aktivitas produksinya. Barang ini dapat berbentuk spare parts, cairan, gas, atau apa pun yang dapat diperlukan dalam proses penggalian, proses produksi, serta proses simpatisan yang lain seperti proses reklamasi tambang, perbaikan situasi kondisi, rumah sakit serta penyokong perumahan karyawan tambang.

Klasifikasi persediaan dalam perusahaan tambang

Menurut banyaknya pembeliannya dapat dibagi jadi bulk material (bahan curah) atau unit. Bulk material normalnya dibeli dalam banyaknya yang relatif banyak serta disimpan di stockpile atau dalam tanki. Contoh bulk material yakni minyak, batubara, oli dalam ISO tank atau sulfur. Barang yang dibeli dalam unit contoh-contohnya yakni spare part, oli dalam drum, motor, serta engine. Barang yang dibeli berbentuk grup atau unit rata-rata disimpan di gudang atau pada stok yard (lapangan).

Menurut budget yang diperlukan, inventory dapat dibagi jadi barang operasi serta barang modal (capital goods). Penggunaan barang operasi diakui jadi sisi cost operasional. Contoh-contohnya yakni banyak barang yang diperlukan untuk perawatan perlengkapan tambang. Banyak barang ini rata-rata diperlukan lewat cara teratur. Dan barang modal diperlukan untuk project khusus serta seringkali selesai project usai tak kan diperlukan. Contoh pelat besi yang dibeli untuk bangun pabrik baru, engine yang dibeli untuk gantikan engine truk yang rusak, semen untuk bangun perumahan karyawan.

Klasifikasi lain yakni menurut apa inventory itu masih diperlukan ataukah tidak. Inventory yang aktif bermakna masih bisa diperlukan sebab alat atau sarana yang butuh inventory itu masih dioperasikan. Dan inventory yang tidak dapat diperlukan sebab alat atau sarana yang butuh telah tidak lagi ada kerap disebut yaitu “dead stock” atau “obsolete”. Inventory yang sudah obsolete memberatkan perusahaan sebab seringkali inventory tetaplah harus disimpan serta dirawat meskipun inventory itu sudahlah tidak dibutuhkan . Inventory ini masih tampak jadi asset serta oleh karena itu lewat cara periodik butuh dikeluarkan dari inventory. Pengeluarannya dari inventory rata-rata memanfaatkan proses “inventory adjustment” serta dihitung jadi cost buat perusahaan.

Peranan persediaan dalam perusahaan tambang

Aktivitas pertambangan rata-rata sebagai kesibukan yang padat modal. Kendaraan berat serta sarana pemrosesan dibuat dengan cost yang tinggi sekali. Produk yang dibuat berharga tinggi. Terhentinya aktivitas produksi dikarenakan apa pun bisa membawa dampak opportunity loss yang besar sekali. Persediaan yang baik penting untuk menanggung aktivitas produksi di perusahaan tambang berjalan dengan masalah yang minimal.

Perusahaan tambang membutuhkan manajemen pengaturan persediaan yang baik biar opportunity loss dapat dikurangi sekecil barangkali. Di lain sisi banyaknya inventory mesti dijaga dalam banyaknya yang pas (optimum) sampai-sampai modal kerja perusahaan yang disimpan berbentuk inventory dapat diperkecil. Banyaknya persediaan yang pas kurangi cost perlakuan persediaan (inventory holding cost) yakni cost – cost yang muncul untuk beli, terima, periksa, menyimpan serta mendistribusikan persediaan itu. Ini menyertakan semua cost yang terjalin dengan proses pemasokan, pergudangan serta pengiriman persediaan baik lewat kendaraan kecil, kapal, tongkang, truk maupun pipa.

Berbagai upaya dilaksanakan oleh perusahaan tambang

untuk membuahkan manajemen persediaan yang baik. Sejumlah perusahaan memanfaatkan siasat consignment untuk jaga biar barang yang penting ada waktu diperlukan akan tetapi cost dikurangi sebab barang itu cuma dibayar pada supplier selesai difungsikan. Siasat ini rata-rata diperlukan untuk barang persediaan yang harga relatif mahal akan tetapi pemakaiannya tidak teratur atau jarang-jarang. Metode lain yang diperlukan untuk kurangi cost modal kerja (working capital) yakni bekerja bersama dengan supplier untuk lakukan siasat Vendor Held Stok (VHS). Dalam soal ini, supplier dapat miliki gudang di area yang dekat sama perusahaan tambang, serta seringkali di daerah kerja perusahaan tambang, Persediaan dalam gudang VHS diurus oleh supplier serta cuma dapat dibayar oleh perusahaan selesai difungsikan. Dengan langkah tersebut, perusahaan kurangi cost penangangan persediaan sekaligus juga pastikan persediaan diurus oleh supplier yang lebih mengetahui keperluan spare part itu. Untuk menanggung tersedianya, dipraktekkan sinyal kemampuan pokok (key performance indicator/KPI) yang disetujui kedua pihak. Contoh KPI yang diperlukan yakni perbandingan banyaknya persediaan yang ada waktu ada keinginan dibandingkan keseluruhan keinginan. Persediaan sebagai hal yang penting untuk beri dukungan operasional perusahaan tambang. Di lain sisi, perusahaan tambang selamanya mengupayakan jaga banyaknya persediaan yang optimum biar dana perusahaan bisa diperlukan dengan pas. Manajemen pengaturan persediaan yang baik oleh karena itu jadi hal yang penting dalam aktivitas pertambangan.

Share Post