5 Teknologi Untuk Pengolahan Sebuah Tambang Emas
Informasi Terupdate

5 Teknologi Untuk Pengolahan Sebuah Tambang Emas

5 Teknologi Untuk Pengolahan Sebuah Tambang Emas – Indonesia sekarang mencoba membatasi penggunaan merkuri dalam pengolahan emas skala kecil. Hal tersebut terjadi sebagai bentuk tindak lanjut pemerintah setelah disahkannya Perjanjian Minamata. Konvensi ini merupakan perjanjian internasional yang dikembangkan untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari bahaya merkuri. Oleh karena itu, teknologi pengolahan emas bebas merkuri kini dianggap sebagai solusi terbaik. Validitas kontrak tidak berarti bahwa penambang emas sepenuhnya melarang penggunaan merkuri. Namun disarankan untuk menggunakan kurang dari 50%. Merkuri digunakan lebih cepat dalam proses produksi emas, tetapi penerapan yang tinggi secara konsisten berdampak sangat negatif pada kesehatan masyarakat. Keracunan merkuri dapat menyebabkan gangguan neurologis dan ginjal yang serius pada orang dewasa, serta disfungsi mental dan fisik pada anak-anak.

Dengan metode pengolahan untuk mengekstrak emas bebas merkuri

Penelitian ekstensif oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menunjukkan bahwa teknik yang tersedia untuk mengolah tambang emas tanpa menggunakan merkuri harus disesuaikan dengan sifat tambang emas. Berikut ulasannya:

Menggunakan Teknologi Sianidasi

5 Teknologi Untuk Pengolahan Sebuah Tambang Emas

Menggunakan Pengolahan tambang emas dengan teknologi sianidasi lebih aman bagi penambang dan lingkungan. Tidak hanya ramah lingkungan, tetapi menggunakan sianida dapat menghasilkan lebih banyak emas daripada merkuri. Dimana proses penambangan emas dengan merkuri hanya 40% dan sianida bisa mencapai 91%, lebih banyak emas yang dihasilkan. Teknik dengan teknologi sianidasi menggunakan mesin yang berguna untuk mereduksi batuan yang mengandung emas. Selama proses ini, batu yang mengandung emas ditempatkan di pelurus dan dipindahkan ke mesin tubular untuk mencampur air dan sianida. Melalui proses ini, emas diproduksi dan dilepaskan ke lokasi khusus yang mengandung karbon aktif, di mana ia diserap dengan baik. Kemudian karbon dibakar, menyisakan 91% emas.

Dengan Sebuah Teknologi Tiourea

Tiourea dapat menggantikan sianida, terutama untuk jenis batuan primer dan belerang rendah. Tiourea tidak beracun, sehingga relatif aman bagi penambang dan lingkungan. Proses pelarutan emas dengan tiourea lebih cepat dibandingkan dengan sianida, dan laju pelarutan tembaga dalam tiourea lebih lambat dibandingkan dengan sianida. Namun, agar emas larut sempurna, tiourea biasanya perlu dicampur dengan H2SO4 (asam sulfat).

Teknologi Tiosulfat Cara Mudah

Menggunakan Teknologi Cara Tiosulfat yang juga merupakan solusi terbaik untuk penambangan emas sebagai alternatif teknologi sianida. Garam tiosulfat ini terdiri dari dua jenis senyawa: amonium tiosulfat dan natrium tiosulfat. Kedua senyawa tersebut dapat melarutkan perak dan emas. Namun, setiap senyawa memiliki kecepatan pemrosesan yang berbeda.

Menggunakan Teknologi Igoli

Teknik dengan teknologi Igoly untuk menambang emas tanpa merkuri menggunakan campuran asam blackberry, natrium metabisulfat, dan natrium hipoklorit (pemutih). Teknologi ini mampu menghasilkan produk emas hingga 99,90% emas murni. Pengembangan metode ini dianggap sebagai solusi terbaik untuk mengurangi penggunaan merkuri dalam penambangan emas. Cara ini dapat mengurangi risiko keracunan zat merkuri yang berbahaya, sehingga memberikan sejumlah manfaat bagi penyidik.

Menggunakan Sebuah Teknologi Flotasi

Menggunakan sebuah pengolahan teknologi flotasi adalah proses pemisahan emas dari jenis material lain dalam suatu material oleh suatu zat cair, tergantung dari sifat material yang akan dipisahkan. Secara umum metode flotasi terdiri dari 3 tahapan yaitu cair, padat dan gas. Proses ini menggunakan udara dan menambahkan beberapa jenis bahan kimia ke mineral yang sangat halus sehingga retakan mengapung di permukaan air. Informasi lebih lanjut tentang penambangan emas

Share Post